Langsung ke konten utama

Postingan

Masihkah Fatwa MUI Didengarkan?

Mejelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menjadi perbicangan publik dewasa ini. Ia bagai artis yang sedang sibuk jumpa pers di berbagai media massa, sesaat setelah launching albumnya. Dan MUI memang baru saja selesai melakukan launching atas fatwa yang menghentak kesadaran publik di negeri ini. Setidaknya, ketika dikaitkan dengan dua persoalan kepastian hukum (agama), yakni status Kopi Luwak dan Kontroversi Tayangan Infotainment. Kopi luwak menjadi sorotan publik karena dua hal: Pertama, dunia saat ini sedang meliriknya sebagai potensi besar untuk dijadikan sebagai lahan bisnis kelas kakap. Dapat dibayangkan, ketika usaha kopi luwak menembus pasar internasional, tentu akan meraup omzet yang tak sedikit. Ditambah lagi karena telah menjadi bagian dari perbincangan para pemimpin dunia, tak terkecuali Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono. Kedua, kehadirannya menyulut kontroversi, karena ternyata kopi luwak yang sebelumnya merupakan kotoran hewan, ternyata telah memiliki lisensi yuridis-teolo...

Nasehat Politik Fathimah Binti Muhammad SAW

Sayup-sayup terdengar rintihan tangisan di malam hari dari balik hijab. Kedua Cucu panutan agung sepanjang zaman Rasulullah SAW, yaitu Hasan dan Husain, sontak terbangun menelusuri dari mana muara rintihan yang makin lama makin terisak-isak. Tak disangka, ibu dari kedua putera kecil itulah yang ternyata sedang menengadahkan kedua tangannya, seraya bersenandung doa, menyebut satu persatu nama kaum muslimin, mengurai setiap rintihan hidup umat Islam kala itu. Dialah Fathimah binti Muhammad SAW, Sang puteri yang digelari Sayyidati Nisa al Alamin , penghulu kaum perempuan semesta alam. Hasan dan Husain kemudian menanti Ibunya hingga menyelesaikan shalatnya. Kedua anak tersebut bertanya pada Ibunya tentang alasan mengapa dalam setiap doanya selalu saja terbentang deretan nama orang-orang di sekelilingnya, namun jarang mendoakan dirinya. Dengan lugas, Fathimah menjawab: “Yaa Bunayya, al-Jar Qabla al-Dar” (Wahai anakku, Dahulukan tetangga sebelum diri sendiri). Pernyataan singkat di atas kem...

Facebook, Kelapa Muda, dan Majene 2011

B agi anda pengguna jejaring sosial facebook (selanjutnya disebut FB), apa yang dapat dimaknai seputar FB yang telah menyelinap dalam hidup anda akhir-akhir ini? Di kalangan pakar komunikasi, FB setidaknya dimaknai dalam dua realitas yaitu: sebagai Tuhan baru bagi masyarakat modern, dan makhluk terseksi di era mutakhir. Mungkin, kita merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sekelompok masyarakat yang masuk dalam kateogori “yang jauh mendekat, yang dekat malah menjauh”. Yang jauh mendekat, dikarenakan kehebatan mesin FB dalam mengunduh sekian juta umat manusia di dunia untuk menjadi bagian dari aktivitas pertemanan kita. Tak heran, jika dalam sebulan anda telah memiliki jaringan pertemanan yang melampaui hitungan normal dalam bilangan empirik di dunia nyata. Mulai dari sekedar colek, pasang jempol sebagai tanda suka, titipan pesan khusus lewat inbox , hingga pada kesibukan mengomentari status pertemanan. Virus ‘Yang jauh mendekat’ kadang pula menyebabkan munculnya ekspresi aneh bag...

Ketok Magic LPTQ (Catatan Reflektif Pasca MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di Majene)

Setelah masa MTQ tingkat Sulawesi Barat usai, dan Majene kembali memboyong predikat sebagai juara umum, kini, saatnya untuk me-review lagi akan hasil yang telah diraih. Tanpa harus berpikir lebih analitik, harus diakui bahwa MTQ kali ini tidak banyak membawa perubahan berarti bagi proses pengembangan tilwatil qur’an pada setiap Kabupaten di Sulawesi Barat. Setidaknya asumsi ini dapat diperkuat dengan mencoba membuka lembaran masa silam dan mulai menghitungnya di tahun 1994. Pada waktu itu, kita masih bergabung dengan Sulawesi Barat. Dan pada waktu itu pula pelaksanaan MTQ tingkat Sulawesi Selatan dipusatkan di Kabupaten Bantaeng. Saat itulah saya turut ambil bagian sebagai peserta pada salah satu cabang perlombaan, mewakili Kabupaten Majene. Dengan menggunakan Bus Cahaya Madinah, kami diberangkatkan bak rombongan Jemaah Haji, dengan sreribu satu macam doa sapu jagad. Namun seperti biasa, kecerobohan pihak LPTQ selalu saja ada. Sebelum kami diberangkatkan, dibagikanlah pakaian kebesaran...

Menegakkan Din Muhammad: Missi Imam Huseyn as (Bagian II)

Oleh: Jalaluddin Rakhmat Uraian di atas itu sangat ilmiah, karena mengutip ernyataan para ulama. Inilah penjelasan dalam bahasa orang awam, Para ahli hadis menegaskan bahwa apa yang disebut Umar itu bid’ah memang bid’ah, karena Rasulullah tidak mensyariatkannya. Tetapi kalau bid’ah itu dilakukan oleh para sahabat, bid’ah itu berubah menjadi sunnah. Mengapa? Kata para ulama, karena berdasarkan hadis Nabi Saw: “Hendaknya kamu mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin.” Karena Nabi Saw bersabda: Sepeninggalku hendaknya kamu meneladani Abu Bakar dan Umar. Atau—masih kata mereka: Seluruh sahabat itu boleh diteladani karena sahabat itu bagaikan gemintang di langit dengan siapa saja kamu mengambil teladan dari mereka, kamu akan memperoleh petunjuk. Atau kata al-Razi: ""Maka Allah pun memuliakan mereka dengan anugrahNya dan meninggikannya dalam posisi teladan. Karena itu Allah menafikan (menghilangkan) dari mereka keraguan, kebohongan, kesalahan, kekeliruan, kebimbangan, ...

Menegakkan Din Muhammad: Missi Imam Huseyn as (Bagian I)

Oleh: Jalaluddin Rakhmat إن كان دين محمد لم يستقم إلا بقتلي فيا سيوف خذيني إمام الحسين ع “Dari ibn Syihab, dari ‘Urwah bin al-Zubayr, dari ‘Abd al-Rahman bin ‘Abd al-Qari, ia berkata: Aku keluar bersama Umar bin Khathab ra pada malam Ramadhan ke masjid. (kami dapatkan) orang-orang dalam kelompok-kelompok yang terpisah. Ada orang yang salat sendirian, ada orang yang salat kemudian diikuti oleh kelompok. Umar berkata: Aku pikir sekiranya aku kumpulkan mereka pada seorang qari (imam) pastilah sangat baik. Kemudian ia merencanakan dan mengumpulkan mereka pada Ubayy bin Ka’ab. Kemudian aku keluar bersamanya pada malam yang lain. Orang-orang salat –berjamaah- dengan imam mereka. Umar berkata: ni’ma al-bid’atu hadzihi . Orang yang tidur (sekarang) lebih utama dari orang yang berdiri –maksudnya salat pada akhir malam- padahal manusia berdiri salat pada awal malamnya” (Shahih al-Bukhari 2:252; Al-Muwatha 73; Kanz al-‘Ummal 8:408, hadis 23466). Hadis di atas dikutip dari Al-Bukhari deng...

Kalma Katta with Sufyan Sagena; Mungkinkah?

KK-SS, adalah akronim yang kerap digunakan untuk memahami geliat politik “teman tapi mesra” antara Bupati Majene, Kalma Katta (KK) dengan salah seorang bawahannya, Sufyan Sagena (SS). Selain kedua akronim tersebut, istilah MAMMIS dan SIAMASEI juga menjadi ikon penting dalam memoles pola pembacaan kita tentang fenomena politik lokal Majene akhir-akhir ini. Istilah MAMMIS merupakan “mimpi besar” yang ingin diwujudkan oleh seorang Kalma Katta dalam kepemimpinannya, sedang istilah SIAMASEI merupakan “ideologi” seorang Sufyan Sagena, yang ingin dibumikan di Tanah Mandar lama, Majene. Dalam catatan saya, setidaknya, momentum “bulan madu” itu makin intens dilakukan sejak memasuki medio 2009-2010, tepatnya sejak salah satu organ kepemudaan bernama, Poros Muda Majene (PMM), menggulirkan paket Kalma-Sufyan di media sebagai pasangan ideal untuk memimpin Majene ke depan. Dan puncaknya ketika berada pada bulan Maret hingga April 2010. Beberapa momentum tersebut antara lain: Majene Open-Bupati Cup, ...