Langsung ke konten utama

Postingan

Menegakkan Din Muhammad: Missi Imam Huseyn as (Bagian II)

Oleh: Jalaluddin Rakhmat Uraian di atas itu sangat ilmiah, karena mengutip ernyataan para ulama. Inilah penjelasan dalam bahasa orang awam, Para ahli hadis menegaskan bahwa apa yang disebut Umar itu bid’ah memang bid’ah, karena Rasulullah tidak mensyariatkannya. Tetapi kalau bid’ah itu dilakukan oleh para sahabat, bid’ah itu berubah menjadi sunnah. Mengapa? Kata para ulama, karena berdasarkan hadis Nabi Saw: “Hendaknya kamu mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafaur rasyidin.” Karena Nabi Saw bersabda: Sepeninggalku hendaknya kamu meneladani Abu Bakar dan Umar. Atau—masih kata mereka: Seluruh sahabat itu boleh diteladani karena sahabat itu bagaikan gemintang di langit dengan siapa saja kamu mengambil teladan dari mereka, kamu akan memperoleh petunjuk. Atau kata al-Razi: ""Maka Allah pun memuliakan mereka dengan anugrahNya dan meninggikannya dalam posisi teladan. Karena itu Allah menafikan (menghilangkan) dari mereka keraguan, kebohongan, kesalahan, kekeliruan, kebimbangan, ...

Menegakkan Din Muhammad: Missi Imam Huseyn as (Bagian I)

Oleh: Jalaluddin Rakhmat إن كان دين محمد لم يستقم إلا بقتلي فيا سيوف خذيني إمام الحسين ع “Dari ibn Syihab, dari ‘Urwah bin al-Zubayr, dari ‘Abd al-Rahman bin ‘Abd al-Qari, ia berkata: Aku keluar bersama Umar bin Khathab ra pada malam Ramadhan ke masjid. (kami dapatkan) orang-orang dalam kelompok-kelompok yang terpisah. Ada orang yang salat sendirian, ada orang yang salat kemudian diikuti oleh kelompok. Umar berkata: Aku pikir sekiranya aku kumpulkan mereka pada seorang qari (imam) pastilah sangat baik. Kemudian ia merencanakan dan mengumpulkan mereka pada Ubayy bin Ka’ab. Kemudian aku keluar bersamanya pada malam yang lain. Orang-orang salat –berjamaah- dengan imam mereka. Umar berkata: ni’ma al-bid’atu hadzihi . Orang yang tidur (sekarang) lebih utama dari orang yang berdiri –maksudnya salat pada akhir malam- padahal manusia berdiri salat pada awal malamnya” (Shahih al-Bukhari 2:252; Al-Muwatha 73; Kanz al-‘Ummal 8:408, hadis 23466). Hadis di atas dikutip dari Al-Bukhari deng...

Kalma Katta with Sufyan Sagena; Mungkinkah?

KK-SS, adalah akronim yang kerap digunakan untuk memahami geliat politik “teman tapi mesra” antara Bupati Majene, Kalma Katta (KK) dengan salah seorang bawahannya, Sufyan Sagena (SS). Selain kedua akronim tersebut, istilah MAMMIS dan SIAMASEI juga menjadi ikon penting dalam memoles pola pembacaan kita tentang fenomena politik lokal Majene akhir-akhir ini. Istilah MAMMIS merupakan “mimpi besar” yang ingin diwujudkan oleh seorang Kalma Katta dalam kepemimpinannya, sedang istilah SIAMASEI merupakan “ideologi” seorang Sufyan Sagena, yang ingin dibumikan di Tanah Mandar lama, Majene. Dalam catatan saya, setidaknya, momentum “bulan madu” itu makin intens dilakukan sejak memasuki medio 2009-2010, tepatnya sejak salah satu organ kepemudaan bernama, Poros Muda Majene (PMM), menggulirkan paket Kalma-Sufyan di media sebagai pasangan ideal untuk memimpin Majene ke depan. Dan puncaknya ketika berada pada bulan Maret hingga April 2010. Beberapa momentum tersebut antara lain: Majene Open-Bupati Cup, ...

TULISAN TANGAN DAN PERDAMAIAN DUNIA

B agi saya, cukup mengejutkan apa yang dihasilkan oleh Vimala Rodgers dalam bukunya “ Your Handwriting Can Change Your Life” yang kemudian dialihbahasakan oleh Arfan Achyar dengan “Mengubah kepribadian melalui tulisan tangan” lalu diterbitkan oleh salah satu group penerbitan buku-buku mizan, Hikmah. Lewat pendekatan psikologi, Vimala memberikan rangsangan baru bagi kita bahwa sesungguhnya menulis dengan tangan merupakan tradisi yang tidak terlahir an sich, lalu tergantikan oleh mesin cetak, dan kemudian terpoles secara apik lewat mekanisme komputerisasi. Menulis dengan menggunakan tangan merupakan gaya hidup yang tak akan sirna oleh alat tulis canggih manapun, walau sebatas penulisan nama lengkap dan tanda tangan pada setiap pengisian daftar hadir. Mengapa demikian? Ada dua kemungkinan jawaban yang dapat dikemukakan. Pertama, Tulisan tangan merupakan Anugerah Rabbaniyah yang aktivitasnya menjelma lewat simbol-simbol komunikasi. Kita dapat memahami pikiran orang lain lewat dengan tul...

Pelajaran Penting Bagi Golkar

Hasil real count ataupun quick count pemilu tahun ini benar-benar memunculkan banyak kejutan. Betapa tidak, Partai Demokrat yang selama ini tidak begitu diunggulkan, tiba-tiba melenggang menjadi partai yang begitu percaya diri dalam menempatkan SBY sebagai kandidat presiden mendatang. Bahkan, menurut pandangan para pengamat, tanpa bergandengan dengan JK-pun, SBY masih tetap menjadi figur pemimpin terbaik. Begitu berharganya posisi nilai tawar partai demokrat saat ini, membuat partai berlambang pohon beringin tampak ciut, tak berdaya. Hingga, sekedar untuk berbicara martabat partaipun sudah enggan untuk dibicarakan. Tidak hanya itu, Jusuf Kalla yang juga sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yang sebelumnya digadang-gadang akan diususlkan menjadi Capres pada pilpres mendatang, kini telah surut dan mulai gamang untuk di publish ke publik. Beberapa bukti-bukti lain juga turut mendukung. Salah satunya adalah di saat partai-partai lain sedang memainkan konsolidasi bargaining antar partai, se...

Belajar Dari Naga Bonar Dan Ahmadinejad

Seorang aktor kawakan, yang pernah memperoleh penghargaan dari Presiden SBY, karena terharu dengan hasil garapannya dalam sinetron yang diberi judul “Kiamat sudah dekat”, bernama Deddy Mizwar kembali menorehkan jasanya pada dunia perfilman. Dia bertindak sebagai sutradara sekaligus membintangi karya monumentalnya. Di dalamnya terungkap sebagian besar dari realitas yang sedang kita hadapi. Deddy Mizwar yang melakonkan figur seorang Nagabonar, begitu piawai dalam menerjemahkan berbagai keresahan kolektif bangsa, hingga menjadi tontonan yang mengharukan jiwa. Dalam cerita tersebut digambarkan, bahwa pada suatu ketika, Nagabonar dihalangi oleh seorang polisi. Lalu dengan sekedar gertakan otoritas bahwa dia mengaku sebagai seorang Jenderal, maka dengan serta merta Sang polisi itupun ketakutan terbirit-birit. Takut akan nasib pangkatnya sebagai polisi, takut dengan hukuman dari atasannya. Demikianlah realitas tersebut digambarkan dalam nuansa yang lucu, namun mengejek wajah institusi kepolis...

Urgensi Penafsiran al-Qur'an Mazhab Indonesia

Al-Quran sebagai petunjuk yang diturunkan oleh Allah swt bagi seluruh umat manusia, memiliki citi-cita ideal untuk membentuk para pembacanya menjadi manusia yang sempurna, baik secara personal maupun secara komunal. Tidak hanya itu, al-Quran juga berfungsi sebagai syifa (penawar) bagi siapa saja yang mengalami keresahan jiwa. Dalam perkembangannya, ternyata proses menuju pemahaman yang komprehensif seringkali sulit ditemukan, utamanya ketika disandingkan dengan beberapa karya tafsir. Banyaknya perbedaan pandangan dalam memahami al-Quran tidak jarang semakin memperuncing masalah, khususnya yang terkait dengan persoalan khilafiyah. Karenanya, dibutuhkan sebuah diskusi panjang untuk mendudukkan masalah ini dan memberikan tanggapan secara proporsional. Memahami Tafsir Sebagaimana lazimnya, sebuah penafsiran tidaklah selalu persis dengan maksud al-Quran yang sebenarnya. Nasr Hamid Abu Zaid dalam bukunya yang berjudul Tekstualitas al-Quran: Kritik Wacana Ulumul Quran menyatakan bahwa ketika ...